Berharap Dapat Pengurangan Hukuman, Anas Urbaningrum Malah Diganjar 7 Tahun Penjara Tambahan

0
304

SHARIA.co.id – Senin lalu (8/6), Mahkamah Agung mengumumkan hasil peradilan kasasi yang diajukan oleh tim kuasa hukum Anas Urbaningrum atas kasus gratifikasi dalam proyek Hambalang yang menjeratnya.

Berharap memperoleh keadilan, hukuman Anas Urbaningrum yang tadinya 7 tahun penjara justru bertambah menjadi 14 tahun penjara dan denda 57,5 Milyar Rupiah. Tak hanya tim kuasa hukumnya yang kecewa atas keputusan itu, bahkan Perhimpunan Magister Hukum Indonesia (PMHI) menggelar Dialog Publik terkait hal tersebut dengan judul “Artidjo: Mengadili atau Menghukum?” di Jakarta, Jumat (12/06).

“Penghukuman bukanlah ranah pengadilan. Pengadilan lebih bermartabat daripada ranah penghukuman sendiri. Peradilan itu tempat warga negara mencari keadilan,” kata Taufik, perwakilan dari PMHI.

Dalam keputusan vonis mantan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut, Hakim Artidjo Alkotsar dinilai tidak memiliki nalar hukum. Hakim Artidjo malahan sama sekali tidak membaca berkas yang diajukan tim kuasa hukum Anas Urbaningrum.

“Hakim Artidjo tidak membaca berkas, kalau kita baca berkas pasti ada nalar dan intuisi di situ,” paparnya.

Dalam Dialog Publik tersebut ia menyatakan bahwa ketika pengadilan tidak mampu membuat rasa keadilan bagi warga negara, maka masyarakat akan membuat pengadilannya sendiri. Jika itu terjadi maka jangan salahkan masyarakat. (HAG)

LEAVE A REPLY