SHARIA.co.id — Hari pertama Paris Air Show berakhir manis setelah dua perusahaan pembuat pesawat terbesar dunia, Airbus dan Boeing memperoleh 200 pesanan pesawat. Sebanyak 90 unit dari jumlah tersebut dipesan maskapai Garuda Indonesia.

Menurut Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Arif Wibowo, pihaknya memesan pesawat jarak dekat dan jauh, termasuk 30 pesawat Boeing 787 Dreamliner.

“Tujuan pemesanan itu merupakan bagian dari strategi bisnis Garuda untuk mengembangkan rute domestik dan internasional, termasuk penerbangan ke AS. Kami berfokus pada pesawat udara yang efisien yang bisa mendukung bisnis kami ke depannya,” kata Arif sebagaimana dikutip BBC, Selasa (16/6).

Nilai pemesanan Garuda Indonesia untuk 60 pesawat Boeing dan 30 pesawat Airbus mencapai USD 20 miliar atau setara dengan Rp 266,3 triliun.

Dengan antrean pesanan sekitar 12.000 unit bagi Airbus dan Boeing, kemungkinan Garuda baru akan menerima pesawat pesanannya pada 2020 mendatang.

Selain dari Indonesia, negara lain yang memesan pesawat pada hari pertama Paris Air Show ialah Arab Saudi.

Negara tersebut tertarik dengan model pesawat terbaru Airbus, yaitu A330-300 Regional. Jet berbadan lebar ini—yang biasanya digunakan untuk penerbangan jarak jauh—telah dioptimalkan untuk rute lebih pendek.

Arab Saudi memesan 20 unit pesawat tersebut sebagai bagian dari kesepakatan pesanan 50 jet.

Pemimpin departemen maskapai komersial di Airbus, John Leahy mengatakan, sejumlah maskapai penerbangan asal Tiongkok juga tampak berminat pada pesawat A330 yang baru. “Terdapat peluang pasar yang signifikan,” kata Leahy.

Airbus mengatakan, mereka telah menerima pesanan dan komitmen untuk 146 unit pesawat dengan harga total USD 24,58 miliar (Rp 327,3 triliun).

Maskapai Qatar Airways juga melanjutkan perkembangannya yang pesat dengan mengumumkan pembelian 14 pesawat penumpang Boeing 777 dan jet kargo seharga USD 4,8 miliar (Rp 64,06 triliun).

Maskapai itu adalah pelanggan besar Boeing dan Airbus. [iba]

LEAVE A REPLY