Jelang Pilgub Jabar, PKS Diserang Isu

0
111

sharia.co.id – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku mendapatkan serangan politik dari pihak luar yang ditujukan kepada dua kandidat bakal cagub Jabar dari hasil Pemira DPW PKS Jawa Barat yakni Netty Heryawan dan Ahmad Syaikhu.

“Kalau saya menganggap wajar siapa pun yang ingin menang dalam kontestasi politik, termasuk jika ada serangan politik, kampanye hitam, termasuk serangan ke Kang Aher (Ahmad Heryawan) juga ada,” kata Ketua Tim Pemenangan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Pilkada Serentak Wilayah Jawa Barat 2018 Ridho Budiman Utama, ketika dihubungi melalui telepon, Minggu (28/5/2017).

Ridho menuturkan serangan politik yang ditujukan kepada Netty Heryawan adalah terkait isu gender dan isu dinasti politik di Pilgub Jawa Barat 2018.

“Mungkin di luar sana sudah muncul isu dinasti politik dan juga masalah penolakan ada kader perempuan, politik kan gitu, ada dinamikanya, tapi kami sudah mengantisipasi hal-hal tersebut,” kata dia.

Menurut dia, saat ini pihaknya malah fokus untuk lebih mengenalkan kedua kandidat bakal cagub Jabar 2018 kepada masyarakat.

“Kami telah instruksikan ke daerah-daerah untuk menyosialisasikan dua calon dari PKS. Termasuk dalam acara ramadhan, agar mereka disosialisasikan dan diinteraksikan dengan masyarakat di daerah,” kata dia.

Baca juga, Ini Alasan Nasdem Dukung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar.

Ia mengatakan, untuk mengoptimalkan sosialisasi tersebut, pihaknya pun sudah membentuk Panitia Pelaksanaan Bulan Ramadhan. Ini guna menyingkronkan pelaksanaan kegiatan di daerah agar kedua calon tersebut dilibatkan.

“Sehingga mulai penyambutan yang akan dimanfaatkan kedua calon, kemudian nantinya juga ada training, ada sehari bersama Alquran, mereka bias dihadirkan, juga spanduk-spanduk menyambut ramadhan untuk dipasang foto mereka,” kata dia.

Sementara itu, ketika ditanyakan kapan DPP PKS akan mengumumkan siapa yang keluar sebagai cagub Jabar dari hasil Pemira DPW PKS Jawa Barat tersebut, Ridho menyatakan belum mengetahui hal itu.

“Hingga saat ini kami masih menunggu keputusan dari DPP, kami di daerah menyerahkan sepenuhnya kepada DPP,” kata dia. (Ant)

LEAVE A REPLY