SHARIA.co.id – Aneh juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said misah-misuh soal aktivis, bukannya fokus mengurus pekerjaannya yang tentunya bejibun. Sudirman menuding, aktivis yang memandang upaya-upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah di sektor energi sebagai upaya sementara adalah aktivis bayaran. Aktivis itu, kata Sudirman, tidak menyuarkan suara rakyat, namun menyuarakan kepentingan-kepentingan yang telah membayar mereka. “Dengan gadget, semua orang tiba-tiba berubah menjadi aktivis. Kalau dulu tuh aktivis ditandai dengan ikat kepala, pakai spanduk, sekarang yang begituan dibayar,” kata Sudirman dalam “Seminar Nasional Kelembagaan Migas Konstitusional” di Ruang GBHN Gedung Nusantara V DPR RI, Jakarta, Kamis (11/6). Seharusnya, tambah Sudirman, aktivis adalah orang-orang yang konsen dengan perkembangan zaman, dengan menyampaikan hati nurani rakyat.

Mengenai sektor yang ia pimpin, Sudirman menegaskan dirinya akan berdiri paling depan untuk menyelesaikan masalah energi yang membelit Indonesia sekarang ini, termasuk juga soal mafia migas. Sudirman mengatakan, orang-orang yang menjadi mafia migas lambat laun juga akan mati. “Siapa mafia itu? Orang itu lama-lama mati, kok. Paling konservatif akan diselesaikan oleh umur. Terus, bangsa ini mau diserahkan seperti apa?” ujarnya.

Ia berpandangan, dengan banyak orang-orang yang memiliki keinginan untuk maju dan tidak selalu menatap masa lalu, durasi kejahatan akan semakin pendek. “Orang-orang yang bermimpi bisa melakukan kejahatan dalam jangka waktu yang lama akan hilang. Itu nanti akan seperti mimpi di siang bolong,” katanya.

Kalau semuanya diserahkan kepada waktu, lalu buat apa ada negara? Buat apa ada menteri? Toh, nanti juga menteri akan mati? (Ron/Pur)

LEAVE A REPLY