SHARIA.co.id – Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Dansesko TNI Letjen TNI Sonny Widjaja memberikan pembekalan PKB Kejuangan kepada 1.181 siswa Sesko TNI dan Angkatan serta Polri di Pusdik Secapa TNI AD Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/6/2015). Pembekalan PKB Kejuangan tahun 2015 dengan tema “Melalui PKB Kejuangan tahun 2015 kita mantapkan soliditas dan sinergitas antara TNI-Polri dengan lembaga pemerintah dan non pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas nasional”.

Panglima TNI dalam pembekalannya menyampaikan, bahwa situasi bangsa dan negara Indonesia pasca reformasi hingga saat ini masih rentan dari berbagai macam konflik dan hampir semua institusi sosial yang cenderung mengalami civic deficit, yaitu keadaan diskonsolidasi akibat krisis kapasitas dan kompetensi untuk bersinergi dalam membangun soliditas bangsa ini. Kenyataan inilah yang menyebabkan tingginya tingkat kerawanan konflik dalam segala bentuk, baik secara vertikal pada aspek politik dan struktural maupun horizontal terkait etnik dan agama.

“Keberadaan lembaga-lembaga civil society organization non pemerintah menjadi penguat sinergitas kelembagaan, atau paling tidak hal ini menjadi babak baru sejarah Indonesia, yang tersimbolkan dalam karakter masyarakat yang bebas berbudaya dan kesukarelaan”, kata Jenderal TNI Dr. Moeldoko.

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI juga menyampaikan mengenai terorisme, tampaknya ancaman terorisme terus berevolusi kearah wujudnya yang lebih kompleks, baik modus dan strategi yang cenderung berupa aksi gabungan (Alliance of Terror), saat ini  eskalasinya akan semakin meningkat dengan memanfaatkan teknologi modern. Dalam kaitan tersebut, ada sejumlah dimensi dari tugas-tugas yang mengharuskan TNI-Polri menjalin sinergitas, dengan lembaga pemerintah maupun non pemerintah, baik yang bersifat komplementer maupun suplementer, antara satu dengan lainnya guna membangun saling pengertian dan kebersamaan, dalam rangka membulatkan pencapaian tugas pokok secara optimal, profesional dan terpadu, demi terwujudnya pertahanan negara yang tangguh, keamanan nasional yang mantap serta ketenteraman dan ketertiban masyarakat yang sangat didambakan bangsa ini.

Diakhir  pembekalannya  Jenderal TNI Dr. Moeldoko menegaskan, bagi TNI “entry point” menuju sinergitas TNI, Polri, lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah adalah Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, yang didalamnya secara tegas dinyatakan bahwa tugas pokok TNI, adalah menjaga tetap tegaknya kedaulatan negara; memelihara keutuhan wilayah NKRI; dan menjamin keselamatan bangsa, serta segenap tumpah darah Indonesia. Tugas pokok ini dilakukan melalui Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). [PTNI/ABP]

LEAVE A REPLY