Putusan Hakim Agung Menambah Hukuman bagi Anas Urbaningrum dianggap Putusan “Ngarang”

1
176

SHARIA.co.id – Sabtu (12/6) – Para akademisi hukum berkumpul di Cikini mendiskusikan putusan Kasasi Hakim Artidjo Alkostar yang telah menambah hukuman 7 tahun penjara kepada terpidana kasus gratifikasi proyek Hambalang, Anas Urbaningrum. Dimana dalam pengadilan sebelumnya, Anas divonis 7 tahun penjara, dan kemudian menjadi 14 tahun penjara dalam putusan Kasasi yang dipimpin oleh Hakim Agung Artidjo Alkotsar.

Hadir dalam diskusi ini, Hamdan Zoelva, mantan Hakim Konstitusi yang tertarik datang karena putusan Kasasi yang dinilainya “cacat” tersebut dapat dibahas secara akademik.

Menurutnya, secara akademik dapat ditemukan kekeliruan yang mungkin terjadi dalam proses Kasasi.

Hamdan Zoelva mengatakan; “Bagi saya hakim itu harus independen, dia menjadi independen dengan banyak sekali faktor. Dan juga dia menjadi tidak independen karena tekanan dari kekuasaan dan uang. Keadilan tidak bisa diukur dari perasaan hakim semata-mata. Keadilan bisa dilihat dari seluruh aspek.”

Ia menjelaskan di dalam ajaran Islam, Al-Quran menjelaskan untuk berlaku adil kepada siapapun, tidak pandang bulu, walaupun itu kepada orang tua ataupun saudara. Ini harus dipegang oleh seluruh hakim. Tidak bisa seorang hakim memberikan putusan tanpa membaca berkas.

“Dalam UU Mahkamah Agung tahun 2009, Hakim Agung bukan pengadilan tingkat ketiga. Tetapi pengadilan penerapan hukum dari tingkat pertama dan tingkat kedua. Dalam kaitannya dengan itu, tingkat Mahkamah Agung kalau ada kesalahan penerapan undang-undang ditingkat pengadilan tinggi dan pengadilan negeri,” terangnya.

Proses peradilan dalam putusan Kasasi Anas Urbaningrum ini menjadi kesempatan Hamdan Zoelva untuk menyikapi kinerja Artidjo Alkostar yang telah menambahkan hukuman pada tingkat Kasasi berdasarkan fakta peradilan tingkat I dan tingkat II.

“Kebiasaan Hakim Agung atau Mahkamah Agung yang menambah-nambah hukuman berdasarkan fakta itu bukan kompetensi Mahkamah Agung. Kalau dia menambah-nambah hukuman itu ngarang,” tutupnya. (HAG)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY